Contact

No. Telp. & WA : +852 67442123
PIN BB : 7E0D6CCC
Facebook : http://www.facebook.com/sari.gunkid
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-IfoF3aPD9RSGQzU2wJczA
Skype : sari.gunkid


Sabtu, 07 September 2013

MER ( Manajemen Entrepreneur Ritel ) # Jurnal 2 Perilaku Belanja Pelanggan

 
Pengalaman Pribadi Tentang Perilaku Konsumen dan Seperti Belajar Psikologi
 
 
Pelajaran minggu kedua MER yaitu membahas tentang perilaku belanja pelanggan.  Seperti yang tertera dalam wikipedia, bahwa perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, temasuk keputusan mendahului dan mnyusuli tindakan tindakan ini.  Dalam UCEO ( Universitas Ciputra Entrepreneurship Online ), pengertian perilaku konsumen adalah sebagai perilaku yang terlibat dalam perencanaan, pembelian, dan menentukan produk dan jasa yang konsumen harapkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
 
Dalam pelajaran perilaku konsumen, ada beberapa materi di dalamnya, yaitu :
1. Perspektif konsumen
Ada 3 perspektif perilaku konsumen, yaitu perspektif pengambilan keputusan, perspektif pengalaman, perspektif pengaruh perilaku.
Disini saya ingin memberikan contoh perspektif pengambilan keputusan berdasarkan keterlibatan produk rendah. Saya jadi teringat saat pulang cuti kemarin, malam terakhir sebelum kembali ke Hong Kong, saya ke Yogya untuk membeli oleh-oleh yang akan saya berikan ke teman-teman dan majikan serta si kecil Averie. Saat itu saya langsung berpikir untuk membeli makanan atau souvenir khas Yogya.  Lalu saya ke toko souvenir khas Yogya dan membelikan majikan souvenir pengantin adat Yogyakarta.
 
"Souvenir khas Yogyakarta berupa pengantin adat Yogyakarta"
 
 
2. Motif belanja konsumen, yaitu  motif primer, motif selektif, motif rasional dan motif emosional.

3. Motivasi berbelanja konsumen dibagi 2, yaitu :
  a. Utilitarian shoping motivation
 Yaitu seseorang akan berbelanja jika orang tersebut merasa mendapatkan manfaat dari suatu produk yang diinginkannya. Motivasi ini didasarkan pada pemikiran yang benar-benar rasional dan obyektif.
Saya biasanya kalau berbelanja produk yang mahal (menurut perhitungan saya sich..hehehe) lebih suka berbelanja karena motivasi utilitarian shoping motivation.  Contohnya saja, dulu saat pertama kali mengikuti PER batch 1, saya belum mempunyai laptop. Akhirnya saya mencari informasi dengan bertanya ke teman-teman dan majikan tentang spesifikisi laptop yang saya inginkan untuk memenuhi kebutuhann untuk mempergunakan laptop tersebut untuk belajar secara online. Lalu saya meminta majikan untuk mengantarkan ke toko elektronik Fortress untuk membantu membelikan laptop yang sudah saya pilih. Setelah majikan menanyakan ke promotor dan saya juga melihat langsung spesifikasi laptop yang saya maksud, akhirnya saya membeli laptop dengan merk sama type berbeda dari yang saya maksud karena saya melihat spesifikasinya sedikit lebih baik dari laptop pilihan saya yang semula.
 
  b. Hedonic shopping motivation
Yaitu seseorang akan berbelanja karena orang tersebut merasa mendapatkan kesenangan dan
merasa bahwa berbelanja itu adalah sesuatu hal yang menarik.

4.  Proses belanja konsumen
Beberapa tahapan dalam proses belanja
pelanggan adalah sebagai berikut: Pengenalan kebutuhan, Pencarian Informasi, Evaluasi,
Menentukan pilihan, Transaksi Belanja, Evaluasi seluruh proses belanja.
Contohnya dari pengalaman saya tentang pengenalan kebutuhan. Beberapa hari yang lalu, saat saya ke pasar untuk membeli sayuran, saya sempatkan mampir ke toko Indonesia yang ada di dekat pasar tersebut untuk memakai komputer di sana. Setelah selesai, saya akan membayar ke kasir. Nah..saat membayar itulah ada BMI yang mau beli isi ulang kartu AS. Tiba-tiba saya ingat bahwa HP anak saya yang saya bawa ke Hong Kong bisa untuk dan  2 sim card. Akhirnya saya membeli sim card AS agar bila ada teman yang telpon maupun sms dari Indonesia bisa lebih murah.

5. Faktor sosial yang mempengaruhi keputusan belanja : Keluarga, Kelompok Referensi, Aspek Budaya, Aspek pribadi.

6. Kriteria untuk mengevaluasi segmen pasar.
 Empat kriteria untuk mengevaluasi apakah segmen eceran adalah suatu target pasar yang sehat adalah : actionability, kebiasaan diidentifikasi, aksesibilitas dan ukuran.

7. Pendekatan segmentasi pasar
 a. Segmentasi demografis
 b. Segmentasi Geodemografis
 c. Segmentasi geografis
 d. Segmentasi berdasarkan life style
 e. Segmentasi situasi belanja
 f. Segmentasi berdasarkan manfaat

8. Targeting
Targeting adalah proses untuk menetapkan segmen pasar tertentu dari berbagai segmen yang ada di masyarakat sebagai sasaran program pemasaran perusahaan ritel.

9. Upaya Targeting
Terdapat dua macam upaya tergeting, yaitu
a. Primary target market, yaitu erupakan segmen pasar utama yang dipilih oleh perusahan untuk dijadikan sasaran dalam program pemasarannya.
b. Secondary target market, yaitu merupakan segmen pasar sekunder, artinya segmen pasar ini mempunyai karakteristik yang relatif sama namun berbeda dengan karakteristik dari segmen pasar utama yang dilayani oleh ritel.

Dengan mempelajari perilaku pelanggan atau konsumen, peritel bisa menentukan strategi  terhadap ritelnya. Sehingga bisnis ritel yang kita jalankan bisa tepat sasaran.  Memahami karakter konsumen, lalu solusi bagaimana menghadapinya juga dijelakan dal materi minggu kedua ini.  Misalnya, konsumen yang pemalu dan sulit didekati, maka kita harus menghadapinya dengan ramah, perhatian dan rasa hormat.  Konsumen yang ragu-ragu atau hati-hati, maka kita menghadapinya dengan tenang, percaya diri dan menguasai bidangnya. Masih banyak lagi contoh lainnya.


Mempelajari perilaku belanja pelanggan pada minggu kedua ini seperti belajar psikologi. Pelajaran tentang perilaku pelanggan ini bisa diterapkan pada segala hal, bukan hanya pada ritel.  Belajar memahami perilaku konsumen ini memang mengasyikkan karena rasanya tidak ada batasnya dalam mempelajari. Walaupun diantara kesibukan tugas dan tanggung jawab yang sangat  banyak dan adanya  keterbatasn waktu yang saya miliki, namun tetap mencoba menyelesaikan tugas sebaik  yang bisa saya lakukan, meskipun pada last minute.



 
 
 
 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar