Contact

No. Telp. & WA : +852 67442123
PIN BB : 7E0D6CCC
Facebook : http://www.facebook.com/sari.gunkid
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-IfoF3aPD9RSGQzU2wJczA
Skype : sari.gunkid


Kamis, 19 September 2013

Refleksi Pembelajaran Akhir PEK ( Pengantar Entrepreneur Kuliner )

Pembelajaran secara online tentang PEK ( Pengantar Entrepreneur Kuliner ) diadakan khusus untuk peserta Mandiri Sahabatku kelas utama. Jumlah peserta ada 24 orang. Namun ada beberapa peserta yang telah dinyatakan tidak lulu karena banyak absennya, dalam arti tidak mengerjakan tugas mingguan.  Walaupun padatnya kesibukan saya, namun saya selalu berusaha mengerjakan tugas mingguan.  Dan sekarang waktunya mengerjakan tugas akhir, yaitu ujian.


 
 
Senang sekali rasanya mengikuti kelas utama Mandiri Sahabatku ini apalagi untuk kelas utama ini dikhususkan pembelajaran kuliner.  Walaupun saya bukan ahli memasak, namun passion saya memang di kuliner. Pembelajaran PEK ini waktunya cukup panjang karena dimulai bulan Februari 2013 sampai September 2013. Banyak sekali materi yang telah diberikan.
 
Materi pada minggu pertama berupa pendahuluan, yaitu tentang materi strategi bisnis kuliner, the restaurant from concept to operation, pengertian rumah makan, bagaimana membuka restoran.  Saya mengambil contoh bahwa sebelum membuka usaha kuliner, kita harus melakukan riset terlebih dahulu. 
 
 
 
 
Hal ini juga saya lakukan saat pulang cuti pada lebaran tahun ini. Setelah sampai di Yogya, saya makan dulu di sebuah rumah makan lesehan yang cukup bagus karena ada fasilitas untuk hot spot, ada fasilitas untuk lesehan dan juga meja bila tidak ingin lesehan.  Tempatnya pun luas, bahkan di buat untuk lantai atas juga. Hanya saja untuk pelayanan lama dan menu yang ada di dalam daftar menu banyak yang tidak ada atau mungkin juga karena sudah malam, jadi sudah habis. Dari hal-hal yang saya perhatikan tersebut, bisa menjadikan saya lebih mengerti bagaimana nantinya saat akan membuka warung lesehan walaupun sederhana, namun berkesan untuk pelanggan.
 
Pada minggu kedua mempelajari tentang penciptaan peluang yang meliputi kreativitas dan inovasi dalam mengelola peluang, innovation and opportunity dan tentang peluang. 
 
 
 
Mempelajari tentang peluang ini mengingatkan saya saat cuti lebaran kemarin. Lebaran tahun ini dimanfaatkan oleh anak saya untuk berjualan janur ketupat. Peluang yang adanya hanya setahun sekali atau kalau menurut saya peluang musiman.
 
Minggu ketiga mempelajari kalkulasi peluang dan resiko.  Dalam minggu ketiga ini, materi yang diberikan berupa melihat video lalu menulis tentang kesamaan  yang ada atau benang merah antara usaha yang satu dengan usaha lainn. Benang merah dalam start up bisnisnya,yaitu : 
  • Bisnis bisa dimulai dengan modal ketekunan, kerja keras, kejujuran dan pantang menyerah serta fokus.
  • Sebagai pemula yang akan membuka usaha, yang penting adalah lakukan, buka usaha saja/mulai saja karena sambil usahanya berjalan, akan diketahui kekurangan maupun kelebihannya/penyempurnaannya.
  • Bagi pengusaha tidak ada kata kegagalan, yang ada adalah proses belajar dan pembelajaran.
  • Dalam berbisnis, pasti pernah mengalami yang namanya kerugian atau kegagalan karena sesuatu sebab, namun bagi pengusaha hal itu justru akan membuat pengusaha tersebut bangkit lagi sampai mendapatkan kesuksesannya.
  • Dalam membuka suatu usaha akan lebih bagus dimulai karena ada passion, hobby/kesukaan/kegemaran, walaupun basicnya tidak punya terhadap hal itu.
Minggu keempat mempelajari tentng konsep, lokasi dan desain. Materi yang dibuat oleh bapak Dr. Bambang Hermanto, Dekan Fakultas Pariwisata di Universitas Ciputra. Dalam membuka suatu restoran, rumah makan dan usaha kuliner lainnya, harus benar-benar memperhatikan konsep, lokasi dan desain. Saya jadi teringat saat di Surabaya dan makan nasi  goreng di restorannya pak Bambang Hermanto.
 
Selama saya duduk dan menikmati serta mengobrol dengan teman-teman yang waktu itu ikut UC Innovative Kitchen Lab, rasanya kok betah ya.hehhee..Untuk tempat memasak menu dibuat ruangan tersendiri dengan dibatasi kaca antara meja konsumen dengan dapur. Sehingga konsumen tetap bisa melihatnya tanpa harus terganggu dengan aktivitas dapur.
 
Pada minggu kelima, materi yang diberikan adalah marketing dan rencana usaha.  Banyak sekali artikel yang harus dibaca untuk menunjang tentang materi minggu kelima ini.  Artikel-artikel yang diberikan sangat berguna bagi saya untuk nantinya memulai buka usaha kuliner berupa warung lesehan.
 
Minggu keenam dengan materi aspek keuangan dan permodalan. Kadang kita mencampurkan antara keunagan pribadi, keluarga dengan keuangan usaha yang kita kelola. Hal itu membuat manajemen keuangan menjadi kacau. BEP (Break Event Point ) analisisnya adalah :
  • Suatu cara untuk mengetahui volume penjualan minimum agar suatu usaha tidak menderita kerugian, tetapi juga tidak mendapat laba;
  • Suatu teknik untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap,biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan
  • Pada titik impas, besarnya laba = NOL, oleh karenanya titikimpas dapat dihitung dengan menemukan titik dimana penjualan sama dengan biaya variabel ditambah biaya tetap (Garrison dan Noren)

Minggu ketujuh materi yang diberikan adalah tentang pengembangan produk. Materi ini tentang mengembangkan produk dari yang semula kurang nilai jualnya menjadi mempunyai nilai jual yang bagus. Seperti contohnya saja, kopi.  Kopi bila dijual hanya dalam bentuk kopi, maka nilai jualnya akan lebih rendah, bila kopi dijual dalam bentuk bubuk didalam sachet. Kopi yang dijual dengan cara sudah siap minum, maka nilai jualnya akan lebih tinggi lagi bila dibandingkan dengan kopi dalam bentuk sachet. Dan seterusnya.

Minggu kedelapan belajar tentang pelayanan kuliner (hospitality). Selain menu yang disukai pelanggan.  Pelayanan yang memuaskan akan membuat pelanggan datang dan beli lagi pada usaha kuliner yang kita miliki atau kelola


Saya jadi teringat waktu makan di sebuah lesehan yang sudah cukup terkenal di daerah saya. Waktu itu saya pesan ayam bakar dan es jeruk. Saat disajikan, gelas untuk es jeruk tersebut pecah pada bagian atas, lalu saya bilang ke pelayannya "mas, ini gelasnya bagian atasnya pecah, tolong bisa diganti?". Dia menjawab,"Tapi masih bisa diminum khan mbak?". Hmm..saat itu juga saya langsung menilai pelayanannya jelek walaupun lesehan tersebut sudah cukup terkenal di daerah saya.

Minggu kesembilan belajar materi menu. Menu dapat diartikan dari beberapa sudut pandang.
Pengertian istilah “Menu” jika ditinjau dari beberapa sudut pandang dapat diartikan sebagai:
1. Sudut pandang secara umum
Istilah menu dapat diartikan sebagai daftar nama makanan dan minuman yang tersedia dan
siap untuk dihidangkan.
2. Sudut pandang tamu restoran
Menu diartikan sebagai daftar makanan dan minuman yang ditulis disuatu susunan kertas atau
karton dengan ukuran tertentu dan didesain secara menarik.
3. Sudut pandang pada jamuan makanan
Menu merupakan daftar urutan makanan yang disajikan pada acara jamuan makanan.
4. Dari sudut pandang pramusaji
Menu merupakan suatu daftar nama makanan dan minuman yang dijual kepada tamu dan
harus disajikan dengan cepat apabila tamu memesan makanan tersebut.
2. Fungsi menu
Menu mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
1. Sebagai alat komunikasi.
2. Sebagai alat promosi.
3. Sebagai tuntunan untuk pembelian bahan makanan.
4. Standar porsi.
5. Dasar pengetahuan bahan makanan.
6. Teknik pengolahan makanan yang digunakan.
7. Mempengaruhi peralatan, fasilitas, penataan dan dekorasi ruangan yang dibutuhkan.
8. Sebagai pedoman prosedur cost control.
9. Mempengaruhi jumlah karyawan dan pelayanan yang dibutuhkan.
10. Pada usaha jasa-boga/catering menu memegang peranan penting, karena merupakan
jembatan yang menghubungkan dengan pelanggan/tamu.
3. Jenis-jenis menu
Jenis-jenis menu diklasifikasikan lagi berdasarkan penggunaannya, antara lain:
Berdasarkan sifatnya, menu terbagi menjadi 2, yaitu:
1. Static menu, yaitu menu tetap yang selalu tersedia di restoran.
2. Circle menu, yaitu menu yang disusun berubah-ubah dengan waktu yang ditentukan. Biasanya
disusun untuk per sepuluh hari, per satu bulan, atau per tiga bulan.
Menurut waktu penyajian
Menu dapat pula dikelompokkan berdasarkan jenis hidangan (meal) seperti:
1. Breakfast menu (menu hidangan makan pagi)
2. Lunch menu (menu hidangan makan siang)
3. Tea time menu (menu hidangan ringan penggiring minum teh sore hari)
4. Dinner menu (menu hidangan makan malam)
5. Supper menu (menu hidangan makan larut malam)

Minggu kesepuluh mempelajari tentang aspek hukum, sanitasi dan regulasi.  Belajar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan cara-cara mendapatkan kelegalitasan usaha kuliner juga faktor-faktor kesehatan. Banyak hal yang saya belum tahu tentang aspek hukum ini dan jujur.pusing juga saat mempelajari materi minggu kesepuluh ini.hehheehe

Minggu kesebelas belajar tentang dasar manajemen. Fungsi Manajemen menurut Henry Fayol (1841-1925) terdiri dari
5 fungsi :
1) Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi
mencapai tujuan-tujuannya.
2) Pengorganisasian (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya
manusia guna melaksanakan rencana.
3) Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat
menunaikan tugas pekerjaan mereka
4) Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan
organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.
5) Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana
itu sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Materi pelajaran yang bikin penasaran dan harus benar-benar dipahami.

Minggu keduabelas tentang bussiness plan dan start up bisnis kuliner. Dalam pembelajaran ini, kami benar-benar disiapkan untuk membuka usaha kuliner.  Pembelajaran onlie yang cukup lama dibandingkan dengan pembelajaran online lainnya.  Namun pembelajaran ini sangat saya butuhkan untuk bekal membuka usaha di Indonesia. Saya sangat bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan belajar secara online tentang Pengantar Entreprenur Kuliner ini. Banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru serta wawasan baru yang semula saya belum tahu dan kini menjadi tahu serta berusaha untuk memahaminya agar nanti saat pulang ke Indonesia bisa dan mampu mengaplikasi ilmu yang saya peroleh selama mengikuti pembelajaran online ini.

Rencana saya setelah pulang ke Indonesia nanti ingin membuka usaha kuliner berupa warung lesehan sederhana namun istimewa juga akan menciptakan menu khusus sebagai ciri khas dari warung lesehan itu. Berharap dari warung lesehan tersebut nantinya bisa menjadi jalan untuk bisa menjadi salah satu pengusaha sukses yang entrepreneurial.
 
 
 

 
 
 


1 komentar: