Contact

No. Telp. & WA : +852 67442123
PIN BB : 7E0D6CCC
Facebook : http://www.facebook.com/sari.gunkid
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-IfoF3aPD9RSGQzU2wJczA
Skype : sari.gunkid


Sabtu, 29 Maret 2014

JR ( Jurnal Refleksi ) UCEO T100 Minggu Ke-5 "Risk Management"

Pada minggu ke-5 ini materi yang diberikan yaitu tentang "Risk Management".  Materi ini disampaikan oleh Teddy Saputra, Antonius Tanan dan Nur Agustinus.  Entrepreneur adalah seorang pengambil resik, namun tentu semua resiko harus bisa dikalkulasi dengan baik. 

1. Teddy Saputra
Orang yang bisa menjadi entrepreneur adalah mereka yang siap turun ke lorong tidakpastian dan ketidak jelasan, namun mereka mempunyai tekad yang kuat untuk mencapai tingginya puncak kesuksesan. Pak Ciputra pernah berkata, "Saya bisa. Mengapa anda tidak bisa menjadi seorang entrepreneur? Apa yang membedakan saya dengan anda?"  Salah satu jawabannya adalah keberanian bapak Ciputra dan seluruh entrepreneur sukses lainnya untuk mengambil dan menghadapi resiko.  Mereka berani mengambil resiko karena mereka mengenali resiko yang akan dihadapi.  Dengan mengenali resiko, mereka mampu memperhitungkan resiko yang akan mereka hadapi serta mengubah resiko tersebut menjadi kunci keberhasilannya.  Istilah dari pak Ciputra tentang hal ini yaitu entrepreneur adalah calculated risk taker. Mengambil resiko tetapi dengan memperhitungkan, mengenalinya kemudian menghadapi resiko tersebut. 

a. Pengertian resiko.
  1. Suatu kondisi dimana kemungkinan terjadinya deviasi antara outome yang kita harapkan. 
  2. Kerugian yang tidak kita harapkan sama sekali.
  3. Penyimpangan dari apa yang kita harapkan
  4. Kejadian yang tidak menguntungkan kita.
Resiko selalu menjadi kata kuncinya mengapa kita tidak berani melangkah.  Seorang entrepreneur menghindari resiko itu bukan jawaban tetapi menghadapi resiko tanpa persiapan itu suatu kekonyolan yang menggantungkan kita pada hoki saja.  Eksposur adalah sumber dari resiko itu sendiri.  Contoh : bangunan yang mudah terbakar dan ada gudang yang banyak tersedia barang. Dan kemungkinan bisa ikut terbakar, sehingga menyebabkan kerugian yang banyak.  Bangunan tersebut dengan resiko kebakaran adalah eksposurer.  Peril adalah peristiwa yang merugikan.  Dari contoh diatas, eksposurnya adalah bangunan dan kebakarannya adalah peril.

b. Jenis-jenis resiko.
Jenis-jenis resiko ada 6, yaitu : resiko murni, resiko spekulatif, resiko subjektif, resiko objektif, resiko statis dan resiko dinamis.

1. Resiko Murni
Resiko murni adalah suatu resiko dimana kemungkinan kerugian itu pasti ada.  Tetapi kemungkinan keuntungan dibalik resiko itu tidak ada.
Ada tiga macam, yaitu :
a. Resiko aset fisik
Contohnya kebakaran pada bangunan, banjir yang melanda pabrik anda.
b. Resiko karyawan yaitu resiko karena karyawan dalam organisasi anda mengalami peristiwa yang merugikan.
Contohnya karyawan mengalami kecelakaan kerja sehingga kegiatan operasional perusahaan mengalami gangguan.
c. Resiko legal.
Contohnya adalah resiko kont

2. Resiko spekulatif.
Resiko spekulatif adalah kemungkinan terjadi kerugian itu ada. Dibalik kemungkinan kerugian itu ada tersembunyi keuntungan.  Contohnya usaha dalam bisnis anda. Kemungkinan ada kerugian, tapi jangan-jangan justru untung.
Resiko spekulatif ada 4 macam :
a. Resiko pasar, yaitu resiko yang terjadi dari pergerakan harga atau kualitas harga pasar.
Contohnya anda menjual suatu produk, ketika terjadi kondisi ekonomi tertentu, maka harga dari produk yang anda jual ini turun.
b. Resiko kredit, yaitu resiko karena counter party atau pihak ketiga gagal memenuhi kewajibannya pada perusahaan anda.
Contohnya, anda memasarkan suatu produk dengan menitipkan ke toko-toko.  Setelah satu bulan anda datang ke toko-toko tersebut untuk menagih pembayaran, tapi ternyata toko tidak membayar bahkan ada yang tutup.
c. Resiko Likuiditas, yaitu resiko tidak bisa memenuhi kebutuhan kas.
d. Resiko operasional adalah resiko kegiatan operasional yang tidak bisa berjalan dengan lancar dan mengakibatkan kerugian. 

3. Resiko statis.
Resiko statis adalah resiko yang muncul dari kondisi keseimbangan tertentu.  Contoh : Bila anda keluar rumah saat ada hujan dan petir, ada kemungkinan tersambar petir.

4. Resiko dinamis.
Resiko dinamis yaitu resiko yang muncul dari perubahan kondisi tertentu.  Contohnya dengan adanya perubahan teknologi yang semakin berkembang, ini beresiko terhadap ekonomi maupun tekonologi itu sendiri.
5. Resiko objektif
Yaitu resiko yang didasarkan pada observasi yang objektif. 
6. Resiko subjektif
Adalah resiko yang anda kenali itu berdasarkan penilaian yang subjektif, yang artinya anda tidak melakukan penelitian, tidak melakukan observasi, tapi anda juga mempertimbangkan bahwa suatu kejadian adalah resiko berdasarkan penilaian anda semata.

c. Proses Manajemen Resiko.
Pada dasarnya manajemen resiko dilakukan melalui proses-proses berikut ini, yaitu :
1. Identifikasi resiko
Contoh teknik mengidentifikasi resiko yaitu :
  • Menganalisis sequence terjadinya resiko tersebut. Misalnya saja api dinyalakan di atas kompor. Berarti kita berhadapan dengan resiko kebakaran.
  • Melihat karakteristik dari suatu bisnis. Contohnya, anda mempunyai toko yang menjual produk di desa dengan memberikan piutang kepada tetangga, maka anda akan mengalami resiko yang disebut sebagai resiko kredit. 
2. Evaluasi dan pengukuran resiko.
Langkah-langkahnya yaitu
  • Mempelajari karakteristik dari resiko yang sudah diidentifikasikan tersebut.
  • Pengukuran terhadap resiko. Besar kecilny resiko.
  • Mengukur dampak resiko tersebut terhadap organisasi.
3. Mengukur dampak resiko tersebut terhadap organisasi.
4. Evaluasi dan pengukuran resiko bisa digunakan untuk melakukan prioritas resiko. 
5. Memutuskan bagaimana mengelola resiko tersebut.
Cara untuk mengelola resiko yaitu :
  • Anda menghindari resiko tersebut
  • Resiko tersebut anda tahan. Atau menahan. Retention terhaap resiko tersebut.
  • Diversifikasi resiko
  • Mentransfer resiko
  • Mengendalikan resiko tersebut atau risk control.
  • Pendanaan resiko.
2. Antonius Tanan
Mengelola resiko dengan VIP, artinya
V = Verifikasi atau menguji dan memastikan
I  =  Ikut sertakan pihak lain untuk kita bisa mengurangi resiko
P = Pemesanan dan pembayaran dimuka.

3. Nur Agustinus (Meningkatkan Profit Dan Kapasitas Usaha)
Ada tiga hal yang bisa mendongkrak usaha, yaitu :
  • Network yang kita miliki atau siapa saja yang kita kenal
  • Masalah uang, modal.
  • Penggunaan teknologi.
Tiga cara untuk meningkatkan keuntungan, yaitu :
  • Menaikkan harga
  • Melakukan penghematan atau efisiensi
  • Menjual lebih banyak
Tiga cara ini sebetulnya berawal dari rumus bahwa profit adalah pendapatan dikurangi biaya. 
Cara-cara untuk mengembangkan usaha, yaitu :
  • Meningkatkan atau memperbanyak jumlah pelanggan
  • Tingkatkan frekuensi pembelian oleh pelanggan.
  • Tingkatkan jumlah unit barang yang dijual.
Setelah mengetahui tiga hal untuk mengembangkan usaha, selanjutnya ada 5 hal yang harus kita lakukan.
  • Perhatikan masalah kapasitas usaha yang dimiliki
  • Membuat orang lebih banyak membeli.
  • Melakukan upgrade pelanggan yang sudah ada
  • Perhatikan masalah internal usaha, yaitu meningkatkan moral kerja internal. Artinya staff atau pegawai termotivasi dan terinspirasi, sebab mereka tanpa mengerti apa untungnya buat mereka dengan besarnya atau makin besarnya usaha ini, mereka juga tidak akan tidak begitu termotivasi.
  • Pilihan usaha yang lebih baik,  lebih banyak juga.
Dari materi di atas, saya akan memberikan contoh, yaitu tetang program pembelajaran yang saya ikuti yang diadakan oleh UCDE (Universitas Ciputra Distance Education). Awalnya dulu hanya membuka kelas PER ( Pengantar Entrepreneur Ritel ) secara gratis. Kebetulan saya mengikuti PER Batch-1 tersebut dan mendapat prestasi yang membuat saya semakin bersemangat untuk menjadi seorang entrepreneur. hehehe...



Setelah sukses dengan kelas PER batch-1, lalu ada kelas PER batch-2, PER batch-3, PER batch-4, dan saat ini dibuka PER batch-5, kelas PEK ( Pengantar Entrepreneur Kuliner ) batch-1, PEK batch-2, MER ( Managemen Entrepreneur Ritel ), PEP ( Pengantar Entrepreneur Pariwisata ) batch-1.   Selain PER batch-1, semua kelas berbayar. Untuk  memanajemen resiko, pembayaran dilakukan di depan dan juga pembayaran secara bertahap.  Kelas-kelas pembelajaran online yang diadakan oleh UCDE ini juga berkembang, dari yang semula hanya 1 (satu) kelas, sekarang berkembang dengan beberapa kelas pembelajaran online.

Demikianlah tentang materi minggu ke-5. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Salam entrepreneur.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar