Contact

No. Telp. & WA : +852 67442123
PIN BB : 7E0D6CCC
Facebook : http://www.facebook.com/sari.gunkid
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-IfoF3aPD9RSGQzU2wJczA
Skype : sari.gunkid


Sabtu, 08 Maret 2014

JR (Jurnal Refleksi) UCEO T100 Minggu kedua " Strategy To Grow"

Pada minggu kedua, materi yang dipelajari adalah tentang Strategy To Grow. Berikut ini adalah beberapa materi yang disampaikan oleh nara sumber.

1. Dahlan Iskan.
  • Orang yang ingin membuka usaha dan menjadi seorang entrepreneur, tidak mengkambing hitamkan modal.
  • Kalau ingin menjadi entrepreneur, lakukan saat itu juga. Dari yang sangat kecil, tanpa modal dan modalnya hanya kesungguhan. Sungguh-sungguh yang benar-benar sungguh-sungguh, yaitu sungguh-sungguh 24 karat.
2. Sandiaga Uno
  • Terobosan terpenting yang dilakukannya dalam scaling up bisnis yang dirintisnya bersama 2 orang temannya adalah mengubah bisnis model. Bisnis model yang dulunya hanya memberikan advice, namun sekarang menggunakan bisnis model baru yaitu memberikan advice sekaligus berinvestasi di perusahaan yang mereka beri advice. Ada dua tiga perusahaan yang mereka beri advice bermain di skala nasional. Sehingga inilah seperti yang trcantum dalam Quantum Leap Ciputra. Melakukan loncatan yang fenomenal. Dari yang semula hanya memberikan advice, lalu menjadi investor dan akhirnya menjadi partner dari perusahaan yang sedang berkembang tersebut.
  • Tiga tantangan dalam scale up yaitu :
          1. Access to human capital atau SDM.
          SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi batu sandungan pertama atau anak tangga pertama   yang perlu dilalui untuk bisa melakukan scaling up. Dalam setiap usaha yang dilakukan selalu menganalisa angka, menganalisa produk, menganalisa jasa. Dibalik semua itu ada orang "people" yang harus mumpuni. Tanpa kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang yang berkaitan dengan hal itu, maka sulit untuk melakukan scaling up. Selain itu adalah mentorship. Mentorship adalah bagian tak terpisahkan dari SDM.

         2. Access to market atau akses kita kepada pasar.
         Hanya ada satu pilihan bagaimana di pasar, yaitu membesarkan usaha. Kalau usaha hanya jalan ditempat atau tidak berkembang, maka bisa diimbas oleh pesaing. Kalau memiliki akses kepada pasar yang kondusif terhadap usaha, maka akan mampu untuk melakukan  scaling up, karenamarket akan mendorong kita.
       
        3. Access to capital atau akses kepada kapital atau modal.
        Modal akan mengejar kita bila kita mempunyai SDM yang bagus, produk yang bagus dan akses kepada pasar. Scaling up adalah kunci kita untuk maju. Starting up is one thing, scaling up is completely different more game.

3. Sudhamek AWS.
  • Dalam bisnis itu profit adalah penting karena sebagai nutrisi agar bisa tumbuh, tapi sebaiknya tidak berlebihan. Seperti dalam falsafah jawa "Urip iku urup", artinya hidup itu harus berfaedah untuk orang lain. Kalau di barat ada 3P (Profit, Planet, People), tapi eastern wisdom itu lebih mulia. Karena bisnis itu keberadaannya diperlukan oleh banyak pemangku kepentingan dan ini semuanya saling merajut tidak terpisah-pisah.
  • Seorang pengusaha seorang entrepreneur harus membangun bisnis itu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang yakin kebenarannya. Nilai-nilai dari timur, dari nenek moyang kita.
  • Setiap industri ada tantangannya. Tantangan/challenges akan membuat kita bergairah, sedangkan bila kita melihat tantangan sebagai difficulties, itu akan menyebabkan kita berpikir pesimis.
  • Setiap industri perlu dipertanyakan "where are the better future?". Bisnis tersebut dicari tantangan-tantangannya apa, karena masing-masing bisnis ada tantangan-tantangannya masing-masing.
  • Mencari peluang tidak hanya berdasarkan knowledge versus knowledge, tapi bisa juga dengan menggunakan tools, pendekatan scientific. Menemukan industri mana yang menarik itu bisa diawali dengan environment scanning dulu.
  • Industri yang bagus itu industri yang berkembang pesat, kompetitornya sedikit, profit tebal. Tapi tentunya sulit untuk mendapatkan ketiga-tiganya. Namun dengan parameter melakukan scannng dulu lalu shortlist.
  • Agar bisnis tetap sustainable, terus ciptakan nilai tambah. Karena apapun industrinya, barang atau jasa yang dijual, sebenarnya itu bukan menjual barang atau jasa, namun menjual nilai tambah. Nilai artinya yang dibeli konsumen itu adalah hasil bagi, dan nilai orang marketing itu adalah total quality dibagi nilai cost. Total quality bukan hanya pada produk, tapi juga pada service dan sebagainya. Total cost juga buan hanya pada monetery cost, tapi juga time cost, energy cost,dll. Valuenya semakin tinggi berarti kita memberikan alue yang semakin baik kepada konsumen.
  • Sepanjang kita memberikan nilai tambah, maka kita akan terus didatangi konsumen. Nilai tambah tersebut berupa differentation yang dpersepsi penting bagi konsumen.
  • Jadi pengusaha itu seperti yang dikatakan oleh Einsten "Never stop questioning". Terus berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna dan berfaedah untuk orang banyak.
4. Antonius Tanan.
  • Konsep penting yang disampaikan pak Ciputra tentang pelanggan, yaitu pelanggan adalah sumber informasi, sumber inspirasi dan sumber inovasi.
  • Peter Drucker mengatakan " The purpose of business it to create a keep a customer". Pelanggan adalah esensi dari pada bisnis, tanpa pelanggan maka tidak ada bisnis.
  • "If opportunity doesn't knock, build a door". Maksudnya jangan tunggu pelanggan. Kalau kita lihat tampaknya tidak ada peluang, maka buatlah pintu peluang dengan sengaja.
  • Betapa pentingnya kita mengaitkan peluang dengan peluang. Karena peluang ada dalam diri pelanggan. Untuk memudahkan mengingat-ingat, peluang yaitu orang bawa uang berulang-ulang.
  • Tiga kata kunci dalam entrepeneurship yaitu peluang, solusi, resiko.
  • Peluang didapatkan dari mengubah masalah. Masalah menjadi peluang. Solusi dikembangkan dengan cara inovasi. Resiko harus dikelola, diperkecil atau dihapus.
5. Nur Agustinus
  • Sebuah perusahaan akan mengalami proses perjalanan kehidupannya.
  • Tahap pertama yaitu start up yaitu memulai dari nol. Ibarat manusia, dia baru lahir
  • Tahap kedua yaitu perkenalan atau introduction. Pada tahap ini, usaha mulai dikenalkan kepada pasar, kepada pelanggan, kepada masyarakat. Apakah pelanggannya mau menerima atau tidak adalah dalam tahap perkenalan ini.
  • Tahap ketiga yaitu pertumbuhan. Masa pertumbuhan diawali dengan mulainya  perusahaan melewati titik impas. Artinya perusahaan sudah mendapatkan keuntungan. Atau semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan bisa dicover oleh pendapatan yang diterima.
  • Tahap keempat yaitu fase kematangan. Perusahaan semakin ahli menghasilkan sebuah produk dengan biaya yang lebih ekonomis dan memiliki keahlian-keahlian untuk berkembanga yang lebih besar sehingga perusahaan bisa mendapatkan pendapatan yang lebih banyak. Pada fase ini ditandai dengan mulai melambatnya angka pertumbuhan pasar tetapi pendapatannya banyak.
  • Tahap kelima yaitu fase kemunduran. Bila perusahaan tidak melakukan inovasi maka dia akan mengalami tahap kemunduran ini.
  • Pada masa pertumbuhan itu bisa dilakukan dengan 2 cara atau strategi yaitu pertumbuhan dengan market yang baru atau pertumbuhan dengan produk yang baru.
 
 

Dari hal-hal yang disampaikan oleh para nara sumber, saya jadi teringat usaha yang dilakukan oleh seorang teman dibidang kuliner. Untuk bisa tumbuh seperti sekarang ini, dia melakukan strategy promosi dan peningkatan pelayanan. Misalnya dengan menyediakan toilet yang bersih dan nyaman. Juga tersedia ruangan/pendopo yang bisa digunakan untuk pertemuan maupun suatu acara. Semua itu menjadi nilai tambah yang ada dalam usaha kulinernya.

Salam entrepreneur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar