Contact

No. Telp. & WA : +852 67442123
PIN BB : 7E0D6CCC
Facebook : http://www.facebook.com/sari.gunkid
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-IfoF3aPD9RSGQzU2wJczA
Skype : sari.gunkid


Sabtu, 15 Maret 2014

JR ( Jurnal Refleksi ) UCEO T100 Minggu Ketiga " Resource Management"

Pada minggu ketiga UCEO T100, materi yang diberikan tentang "Resource Management ".  Adapun nara sumber pada minggu ketiga ini adalah : Whidya Utami, Nur Agustinus, Yusak Anshori, Antonius Tanan, Martha Tilaar, dan Sudhamek AWS serta video dari salah satu pemilik Usaha Mikro Binaan  LPM Universitas Ciputra. Adapun materi yang diberikan sebagai berikut :

1. Whidya Utami ( Strategi Berbasis Sumber Daya/ Resource Based Strategy )
Strategi berbasis sumber daya ini dikembangkan oleh Mahoney dan Pandini pada tahun 1992, yang prinsipnya adalah ada 4 hal yang dikembangkan dalam proses mengembangkan sebuah bisnis usaha kecil atau menengah.
4 hal tersebut yaitu :
  • Pola organisasi dan administrasi yang baik.  Struktur organisasi dari usaha kecil atau menengah, dibuat sesederhana mungkin dan jenjang atau hirarki yang pendek.  Seorang entrepreneur juga menjadi CEO dalam usahanya, akan bisa secara langsung berkomunikasi mendelegasikan tugas kepada bawahannya.  Untuk administrasi yang baik, diawali dengan memisahkan pencatatan aset atau pencatatan usaha dengan pencatatan keuangan pribadi.
  • Perpaduan aset fisik berwujud sebagai sumber daya manusia alam serta aset yang tidak berwujud, seperti hal-hal yang mungkin bisa digali dari sesuatu yang menjadi value dari usaha kecil menengah tersebut.  Kekuatan dari usaha kecil dan menengah adalah kondisi dimana usaha kecil dan menengah itu memiliki sumber daya yang cukup bernilai.
  • Bagaimana sebuah UMKM itu bisa secara adaptif merespon pasar yang selalu berfluktuasi.  Yaitu bahwa usaha kecil dan menengah itu mampu memiliki fleksibitas dan adaptibilitas yang luar biasa terhadap pasar.  Fleksibilatas tercipta karena mempunyai kriteria skala usaha yang belum begitu besar dengan struktur pola organisasi yang belum terlalu rumit.  Pemilihan lokasi itu sangat penting untuk usaha kecil dan menengah, karena lokasi usaha itu the most important thing.  Adapun contoh dari adaptibilitas adalah pemilihan distribusi, apakah akan didistribusikan secara langsung kepada konsumen atau menggunakan pihak-pihak sebagai perantara.
  • Budaya organisasi.  Sebuah organisasi akan  berkembang sejalan dengan adanya interaksi dari semua entitas atau semua unsur yang ada dalam sebuah organisasi.  Budaya organisasi yang baik itu bisa dibangun dengan adanya entrepreneur-entreprenur yang handal yang terlibat di dalam usaha kecil atau menengah tersebut.  Entrepreneur-entreprenur handal ini biasanya akan memiliki jiwa-jiwa, kiat-kiat usaha yang luar biasa.  Salah satunya adalah mereka memiliki upaya untuk selalu melakukan calculated risk taking.  Entrepeneur sejati akan membangun budaya di dalam usaha kecil dan menengah itu dengan keuletan dalam berusaha, mengembangkan upaya-upaya yang kreatif untuk mengembangakan usahanya, mengembangkan efisiensi dan efektifitas kerja yang luar biasa
2. Nur Agustinus  ( Prinsip Efektuasi )
Teori efektuasi terdapat dalam buku yang berjudul Effectual Entrepreneurship.  Teori efektuasi ini diperkenalkan oleh Saras D. Sarasvathy, seorang peneliti dari Amerika Serikat.  Prinsip-prinsip dalam teori efektuasi ada 5 prinsip, yaitu :
  • Bird in hand. Bird in hand adalah ungkapan dalam lingkungan di Amerika yang berarti tentang apa saja yang dimiliki oleh kita.  Apa saja yang ada di tangan kita sebetulnya. Bird in hand ini menyangkut 3 hal, yaitu : siapa diri kita, apa yang bisa kita lakukan dan siapa yang kita kenal.
  • Affordable loss.  Affordable loss artinya sejauh mana entrepreneur itu siap menanggung kerugian. Setiap usaha pasti ada resiko, baik itu berupa uang, waktu, tenaga, dll. Ketika seseorang menanamkan uangnya untuk investasi, modal, harus diperhitungkan affordable loss, artinya siap rugi.  Karena kita tahu bahwa usaha itu menghadapi situasi yang tidak pasti.  Jadi, tetap punyalah mental siap rugi dan kerugian yang bisa diterima.  Ini pentingnya kalaupun terjadi kerugian, masih tetap bisa bangkit lagi, karena menganggap kerugian itu sebagai affordable lost.
  • Lemonade principle, yaitu ketika hidup terasa lemon (rasa kecut), maka buatlah menjadi lemonade (limun).  Seorang entrepreneur harus punya kreatifitas, harus tahan uji.  Kalupun ada sesuatu yang tidak enak, tidak pasti, maka bisa membuatnya menjadi sesuatu yang berguna, peluang bagi dia.  Artinya, mempunyai cara untuk mengatasi problem-problem yang dihadapinya.  Jadikan setiap masalah itu menjadi peluang.
  • Crazy Quilt.  Yaitu kemampuan seorang entrepreneur membangun network dari pihak-pihak yang lain lalu dijadikan satu yang bermanfaat untuk kita.
  • Pilot in the plane.  Seorang entrepreneur harus tahu tujuan, mengontrolnya dan kemana akan menuju dalam usahanya tersebut dan harus tahu bahwa punya determinasi.  Kita bisa mengatur diri kita untuk siap menghadapi situasi apa saja karena situasi yang tidak menentu ini akan bisa kita atasi kalau kita pertama siap dengan diri kita sendiri.  Jadi kalau dalam prinsip bird in hand tadi adalah siapa kita, apa yang bisa kita lakukan dan siapa yang kita kenal.  Maka dari itu, bukan hanya cukup siapa yang kita kenal, namun berusaha untuk menjalin kerjasama denga n orang yang kita kenal tersebut. 
3.  Yusak Anshori ( Pengelolaan Keuangan Dan Perluasan Usaha ).
Dalam menjalankan bisnis itu tidak  selalu langsung besar.  Keuntungan sepuluh juta dimulai dari seribu.  Seribu yang pertama akan sangat amat susah untuk mendapatkan keuntungan sepuluh juga, namun untuk seribu- seribu selanjutnya akan lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan sepuluh juta. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,  yaitu :
  • Memanage keuangan.  Jadi kuncinya di keuangan.  Memisahkan uang pribadi dengan uang bisnis.
  • Konsisten mengontrol keuangan.  Keuangan dari pendapatan maupun keuangan untuk biaya.
  • Pengembangan.  Agar usaha/brand  kita banyak dikenal, maka harus membuka cabang yang banyak.
  • Membrandingkan lebih agresif lagi.  Ketika di suatu tempat sudah mulai banyak usaha kita, lalu membuka usaha di wilayah lain, itu juga ada resikonya. Agar resiko dapat terukur, maka dalam menjalankan usaha tersebut harus konsisten menjaga diri dan mengembangkan usaha. Kadang yang terjadi, bila usaha sudah melui besar, lalu diserahkan ke orang tanpa kita mengontrolnya, itu menjadi salah satu penyebab kehancuran sebuah usaha.
4.  Antonius Tanan ( Mengidentifikasi Peluang Dari Pelanggan Untuk Bertumbuh ).
Menjadikan suatu masalah menjadi peluang dengan rumus ABBA ( Amati Bertanya Berdiskusi Analisa ).  Siapa yang diamati, siapa yang diajak bertanya, siapa yang diajak berdiskusi? Yaitu pelanggan, karena pelanggan adalah sumber informasi, sumber inspirasi dan sumber inovasi.  Sedangkan rumus unturk kreatiftas yaitu TAKUTIRUKO ( Tambah Kurang Tiru Ubah Kombinasi ).

5.  Martha Tilaar ( Memanfaatkan Alam Dan Kekayaan Nusantara )
Martha Tilaar pengusaha kosmetik Indonesia, mempunyai impian sebagai modal dasar usahanya yaitu mempercantik wanita Indonesia dan Asia melalui 3 hal,  yaitu : tanaman obat, kosmetika dan aroma teraphy.  Semua usaha besar, dulunya adalah usaha kecil atau mikro.  Strategi sukses mengembangkan usaha yaitu : DJIITU ( Disiplin, Jujur, Iman yang kuat, Inovasi terus menerus, Tekun, Ulet ).

Strategi menghadapi krisis yang dilakukan oleh Martha Tilaar yaitu :
  • Mengubah krisi menjadi peluang denga beriovasi terus
  • Jujur terhadap investor
Walaupun krisis, tapi semangat tetap menyala dan pikiran terus mencari inovasi agar bisa keluar dari krisis.  Martha Tilaar memanfaatkan begitu banyak hal yang "gratis" yag mengakar dari keragaman dan kekayaan budaya nusantara lalu mengubahnya menjadi solusi kreatif bagi perempuan Indonesia dan dengan cara itu beliau mendirikan dan membesarkan usahanya.

6.  Sudhamek AWS ( Transformation Through Intensity, Focus, Consistency )
Beberapa hal yang disampaikan oleh Sudhamek AWS, yaitu :
  • Sebuah karya itu besar terletak pada hal-hal yang detail.  Kita bisa memperhatikan pada hal-hal yang detail bila kita mau engage, mau terjun langsung secara aktif yang pada akhirnya harus fokus. 
  • Pada waktu perusahaan mencapai pertumbuhan pada tingkat tertentu, secara teori pertumbuhan perusahaan itu bisa dengan 2 jalur, yaitu pertumbuhannya dengan organik tumbuh dengan bisnis yang ada atau dengan cara inorganik, dengan cara akuisisi.  Akuisisi adalah sebuah karya yang membutuhkan kompetensi tersendiri.  Proses pembelajaran baru yang didapat dalam pertumbuhan dengan acara inorganik yaitu kegagalan. Akuisisi itu gagal.
  • Seorang entrepreneur suksesnya bisa ditingkatkan, kalau bisa memanage 4 jenis kompetensi.
1. Kompetensi yang harus dibangun adalah setiap industri itu ada "know how" membutuhkan "konw how" atau mempunyai teknologi yang berbeda-beda.
2. Tiap industri success ratenya sangat ditentukan bagaimana manage network.  Network itu bisa ke belakang yaitu suppliyer, ke depan yaitu costumer, ke samping yaitu value chain.
3. Bisnis itu ujung-ujungnya, pada akhirnya butuh duit. 
4. Last but not least kompetensi yang harus dimiliki itu adalah manajemen. Ini bisa tarik managing partner, karena manajemen itu termasuk di dalamnya leadership barang yang kelihatannya abstrak namun impactnya sangat nyata.
Kalau keempat kompetensi ini bisa dikuasai, maka success rate dari perusahaan tersebut akan meningkat. 
  • Segala sesuatu tumbuh dari bawah, kalau mau pergi jauh itu dari dekat dan jangan melakukan pendekatan yang quick quilty.  Sehingga dibutuhkan sifat pantang menyerah.
  • Tidak ada sukses yang mudah karena semua sukses itu membutuhkan perjuangan yangluar biasa.
  • Seorang pengusaha yang sukses itu idealnya mempunyai 3 persyaratan, yaitu : harus memiliki kepintaran diatas rata-rata lalu cari kepintaran di bidang mana yang know how, bukan kerja keras tapi kerja sangat keras, faktor waktu dala hidup ini.  Oleh karena itu kalau gagal, jangan menyerah, berarti waktunya belum datang.
Salam entrepreneur


Tidak ada komentar:

Posting Komentar