Contact

No. Telp. & WA : +852 67442123
PIN BB : 7E0D6CCC
Facebook : http://www.facebook.com/sari.gunkid
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-IfoF3aPD9RSGQzU2wJczA
Skype : sari.gunkid


Kamis, 20 Maret 2014

JR ( Jurnal Refleksi ) UCEO T100 Minggu Keempat "Business Model Innovation"

Pada minggu keempat UCEO T100 ini, materi yang diberikan tentang  Business Model Innovation. Materi tersebut disampaikan oleh  para nara sumber, yaitu Gamaliel Waney, Nur Agustinus, Antonius Tanan, Denny Bernardus.  Salah satu kunci mengembangkan usaha adalah inovasi.  Termasuk di dalamnya adalah inovasi bisnis model.

1.  Gamaliel Waney ( Ten Types Of Innovation ).
Inovasi itu bukan hanya invovasid produk, tapi yanr perlu kita mengerti bhwa inovasi itu ada kategorinya.  Sepuluh kategori inovasi dikategorikan kedalam 3 klasifikasi besar, yaitu :
1.  Klasifikasi konfigurasi.
Bicara soal proses daripada company tersebut, bicara inovasi apa dalam company itu.  Company itu seperti sebuah kumpulan roda gigi yang saling berputar dan saling mendukung antara proses satu dengan proses lainnya.  Ada 4 kategori konfigurasi, yaitu :
  • Inovasi profit model.   
  • Jaringan, network
  • Inovasi struktur
  • Inovasi proses itu sendiri.
2.  Kategori Offering/penawaran.  Kategori offering ini ada dua,  yaitu : product performance dan product system.  Product performance bicara tentang produknya.  Produknya apakah sesuai dengan apa yang dijanjikan.  Sedangkan product system bicara bagaimana product dan service itu dikombinasikan.
3.  Kategori experience. Meliputi service, brand, channel, customer engagement.  Riset membuktikan bahwa peningkatan engagement atau customer engagement terhadap sebuah bisnis akan menaikkan secara drastis, secara eksponensial up to 80% penjualan. 

2. Nur Agustinus ( Value Innovation )
Business innovation selalu berhubungan dengan value innovation melalui strategi yang disebut Blue Ocean Strategy / strategi samudra biru.  Kebalikan dari strategi samudra biru yaitu samudra merah, misalnya kita membuat bisnis dan bisnis itu sangat umum, maka kita akan berkompetisi dengan berdarah-darah.  Oleh karena itu, kita harus membuat bisnis yang berbeda dengan orang lain, sehingga tidak berkompetisi dengan berdarah-darah dan kita menjadi pemain di samudra biru.

Untuk itu kita harus memahami value innovation yaitu pada dasarnya bagaimana kita memberi nilai tambah kepada pelanggan kita, artinya kita menyampaikan value namun tidak hanya value yang kita sampaikan, namun juga menurunkan biaya.  Dengan kata lain, value innovation itu bagaimana menaikkan value tapi mengurangi biaya.  Contohnya, di restoran piringnya pakai melamin, tapi diganti dengan bahan dari bambu atau rotan.

Dalam value innovation  ini ada 4 hal yang harus dilakukan, yaitu apa yang bisa kita tambahkan, apa yang bisa kita ciptakan, apa yang bisa dikurangi atau dihilangkan.

3. Antonius Tanan ( Mengindentifikasi Peluang Dari Pelanggan Untuk Tumbuh )
Mengembangkan kreatifitas dan inovasi sehingga menghasilkan produk dan layanan baru yang inovatif dengan Takutiruko (Tambah Kurang Tiru Ubah Kombinasi). 

4. Denny Bernardus (Intrapreneur Bintang).
Dalam buku The Ciputra Way dalam prinsip nomor sembilan di halan 136, pak Ciputra menyampaikan bahwa seorang entrepreneur yang sukses membangun dan bekerja lewat organisasinya dalam tahap apapun bisnis anda, usahakan membangun organisasi. 

Masalah-masalah yang biasanya terjadi dalam organisasi yaitu kekompakan tim, ada anggota organisasi yang tidak memberikan kontribusi, ada anggota organisasi yang tidak puas,dll.  Standart perilaku bagi anggota organisasi yang intrapreneurial melalui intrapreneur bintang.  Intrapreneur adalah anggota organisasi skala menengah atau besar yang berperilaku intrapreneurial.  Karyawan yang berperilaku intrapreneurial adalah intrapreneur.  Sedangkan karyawan yang tidak berperilaku intrapreneurial adalah karyawan.

Intrapreneur bintang terdiri dari dua segitiga dan tiap segitiga mempunyai tiga sudut yang mencerminkan sebuah sosok dan interaksi sosok tersebut dalam sebuah organisasi.  Yang pertama tentang kwalitas sosok intrapreneur bintang.
  • Seorang intrapreneur bintang seharusnya memiliki pola pikir yang konstruktif, pola pikir yang fokus pada hasil, pola pikir yang memecahkan masalah-masalah organisasi, berorientasi pemikiran jangka panjang.
  • Sudut yang kedua adalah intrapreneur dengan pola sikap yang positif, sikap yang menyenangkan.  Bagaimana keberadaan dari intrapreneur itu dapat mewarnai organisasi menjadi gembira bukan sebaliknya menjadi takut.  Seorang intrapreneur bintang juga hendaknya memiliki pola sikap yang terbuka, fleksibel, namun tetap bertanggung jawab.
  • Pada sudut ketiga adalah pola tindak yang produktif.  Pola tindak seorang intrapreneur bintang mencerminkan seorang sosok yang proaktif.  Dia sosoknya cepat tanggap dalam bertindak, dia juga seorang yang clean and clear.
Segitiga intrapreneur bintang yang kedua yaitu interaksi intrapreneur bintang dengan organisasinya.
  • Sudut yang pertama adalah menjadi lawan bicara.  Bagaimana seorang intrapreneur bintang secara aktif dan konstruktif terlibat menyumbangkan pemikiran untuk mencapai tujuan bersama. 
  • Sudut yang kedua adalah seorang intrapreneur bintang menjadi teman berpikir bahwa sikap positif apa yang diperlukan untuk menerima atau sebaliknya menyampaikan ide atau gagasan guna mencari solusi bersama. 
  • Sudut yang ketiga bahwa intrapreneur bintang menjadi mitra untuk bertindak.  Tindakan produktif bersama apa yang dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan organisasi. 
Dari uraian diatas tentang Business Model Innovation secara keseluruhan, saya akan mengambil contoh tentang salah satu tempat wisata di Gunungkidul, yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran.
 
 
 
 
Gunung Api Purba (GAP) Nglanggeran ini berada di wilayah Patuk, Gunungkidul. GAP Nglanggeran semakin lama semakin diminati oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.  GAP Nglanggeran ini termasuk ke dalam bisnis dengan Blue Ocean Strategy dengan didukung oleh intraprenuer bintang dalam pengelolaannya.
 
Demikianlah materi yang disampaikan pada minggu keempat dalam progam T100 UCEO. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
 
Salam Entrepreneur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar