Contact

No. Telp. & WA : +852 67442123
PIN BB : 7E0D6CCC
Facebook : http://www.facebook.com/sari.gunkid
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-IfoF3aPD9RSGQzU2wJczA
Skype : sari.gunkid


Minggu, 21 Januari 2018

Balik Nama BPKB Motor Dalam Satu Kabupaten

Disini saya hanya ingin bercerita tentang pengalaman saya dalam mengurus Balik Nama Kendaraan masih dalam satu wilayah kabupaten sekaligus perpanjangan STNK ( membayar pajak bulanan ).

Banyaknya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi dan dijalani dengan menggunakan alat transportasi yang cepat, maka setahun yang lalu saya membeli motor second di salah satu showroom di Wonosari, Gunungkidul. Atas saran seorang sahabat yang mengantarkan saya, maka jatuhlah pilihan motor Honda Revo 2014 milik warga Ponjong Gunungkidul yang baru saja pajaknya dibayar, plat motor juga masih lama, sampai tahun 2020, kondisi masih bagus ( tidak lecet ). Motor itu saya beri nama Si Oi. Namanya juga motor second dan saya ingin lebih nyaman dalam mengendarainya, lalu ada beberapa sparepart yang diganti sekalian service. Sampai saat ini sudah setahun Si Oi menemani perjalanan saya.

Sebagai warga yang baik, tentunya kita semua ingin ikut serta taat dalam membayar pajak. Termasuk saya yang juga sudah jatuh tempo untuk membayar pajak Si Oi. Setelah browsing dan bertanya ke suami, suatu hari saya ke Samsat untuk membayar pajak motor. Tapi kok ya saya nggak browsing dulu tentang jam kerja Samsat yang ternyata jam 13:00 sudah tutup/tidak melakukan pelayanan lagi. Dari Samsat Gunungkidul lalu saya mampir ke showroom waktu membeli motor dulu untuk bertanya apakah bisa membantu membayarkan pajak sekaligus balik nama. Pihak showroom bisa membantu untuk hal itu dengan biaya sekian ratus ribu ( tidak perlu saya tulis. 😊 ). Lalu saya pulang untuk berdiskusi dengan suami. Akhirnya kami sepakat untuk mengurus sendiri Balik Nama sekaligus perpanjangan STNK.

Salah satu syarat untuk perpanjangan STNK adalah menggunakan KTP/Kartu Keluarga/SIM asli dari nama asli yang tertera dalam STNK. Saya penasaran, walaupun tanpa KTP Asli nama dalam STNK karena memang hanya dilampiri fotocopy KTP saat pembelian, maka keesokan harinya saya ke Samsat Online di BPD Piyungan. Sampai sana menaruh berkas dalam kotak antrian. Menunggu sebentar sambil membaca persyaratan dan jam buka pelayanan. Tibalah nama dalam STNK tersebut dipanggil. Lalu saya ditanyain KTP/KK/SIM yang asli. Yach...nggak ada dech. Akhirnya belum jadi perpanjangan STNK. Pulang membawa pengetahuan.

Malamnya saya dan suami pergi ke Ponjong untuk mencari orang yang namanya tertera dalam STNK. Tidak mengalami kesulitan dalam pencarian karena suami sudah pernah datang ke daerah tersebut. Sampai di sana, menurut keterangan tetangganya, orang yang bersangkutan tinggal di Yogyakarta. Untung mereka ada no.telponnya. Lalu saya telpon dan katanya KTP yang asli hilang. Harus menggunakan KTP/KK/SIM asli saat membayar kendaraan. Inilah salah satu kendala saat mau membayar pajak kendaraan second.

Hari Sabtu, tanggal 6 Januari 2018 diantar suami, kami ke Polres Gunungkidul untuk mengurus Balik Nama Kendaraan. Berikut ini adalah langkah-langkah mengurus Balik Nama Kendaraan yang lingkupnya masih dalam satu kabupaten berdasarkan pengalaman saya.

1. Datang ke Polres bagian BPKB dengan membawa syarat KTP, STNK, BPKB, kwitansi pembelian asli dan semua persyaratan difotocopy. Taruh kendaraan dekat dengan ruang BPKB utk mempermudah cek fisik.
( Bila belum difotocopy, bisa fotocopy di sebelah timur ruang BPKB ). Serahkan persyaratan di bagian informasi. Tunggu panggilan untuk pelayanan BPKB. Jadwal pelayanan pendaftaran BPKB setiap Senin-Kamis jam 08:00-12:00 wib sedangkan hari Jum'at-Sabtu jam 08:00-10:00.

Adapun mekanisme pelayanan mutasi BPKB berdasarkan yang tercantun di papan dalam ruang tunggu adalah sebagai berikut :
Pendaftaran 3 menit - cek fisik 10 menit - penelitian berkas 10 menit - cross cek daerah asal 10 menit - verifikasi pimpinan 15 menit - berkas proses di Samsat dan atau registrasi 3 menit - penulisan BPKB 5 menit - penandatanganan BPKB 10 menit dan pengarsipan dokumen - penyerahan BPKB. Waktu penyelesaian 2 x 24 jam.

2. Panggilan ke loket 2 untuk melakukan pembayaran biaya registrasi Rp.80.000,- dan biaya cek fisik kendaraan Rp.40.000,-.

3. Setelah itu ke bagian BRI utk membayar pajak motor (Si Oi Rp.225.000,- ).

4. Kwitansi dari BRI dibawa ke loket 2. Ambil berkas lalu berkas tersebut dibawa ke Samsat.

5. Di kantor Samsat berkas dimasukkan ke bagian belakang untuk registrasi lalu ke loket 1 di bagian depan dan penyerahan berkas.

6. Ambil no.antrian sekalian membayar Rp.100.000,-.

7. Lalu membayar Rp.270.000,- katanya untuk pajak setahun ke depan.

Total biaya Rp.80.000,- + Rp.40.000,- + Rp.225.000,- + Rp.100.000,- + Rp.270.000,- =Rp.715.000,-

Walaupun agak sedikit repot, bila kita membeli kendaraan second memang lebih baik segera Balik Nama agar dikemudian hari tidak mengalami ksulitan saat pembayaran pajak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar